Genjot Pendataan eHDW, Paguyuban KPM di Gresik Perkuat Kapasitas Kader Stunting Desa

Pengurus Paguyuban Kader Pembangunan Manusia (KPM) se-Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik yang dibentuk Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Desa tengah merumuskan berbagai program untuk penguatan kapasitas kader Stunting Desa sebagai ujung tombak konvergensi pencegahan dan penanganan stunting.

Genjot Pendataan eHDW, Paguyuban KPM di Gresik Perkuat Kapasitas Kader Stunting Desa
Genjot Pendataan eHDW, Paguyuban KPM di Gresik Perkuat Kapasitas Kader Stunting Desa

Bacakini.com || GRESIK – Pengurus Paguyuban Kader Pembangunan Manusia (KPM) se-Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik yang dibentuk oleh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Desa tengah merumuskan berbagai program untuk penguatan kapasitas kader stunting desa sebagai ujung tombak konvergensi pencegahan dan penanganan stunting. Salah satunya adalah melakukan pelaporan dan input data ke Aplikasi eHDW (Electronic Human Development Worker).

eHDW merupakan sebuah aplikasi seluler yang dirancang untuk mendukung program-program pembangunan manusia di tingkat desa. Aplikasi ini mempermudah monitoring dan evaluasi terhadap berbagai indikator kesejahteraan masyarakat desa, karena terintegrasi dan bisa diakses oleh lintas kementerian.

Ketua Paguyuban KPM Kecamatan Bungah Husnul Auliya menekankan pentingnya kader stunting di desa-desa untuk meningkatkan kapasitas agar data yang diinput dalam aplikasi eHDW bisa akurat. Sehingga program-program pembangunan terutama terkait konvergensi stunting bisa lebih tepat sasaran.

“Targetnya tentu kita siapkan program-program yang fokus terhadap penanganan stunting. Untuk itu sangat penting akurasi data yang diinput oleh kader desa ke dalam aplikasi eHDW,” ujarnya, Jum'at (18/7/2025).

Lia panggilan akrab Husnul Auliya mengungkapkan bahwa Paguyuban Kader Pembangunan Manusia di Kecamatan Bungah sendiri mulai terbentuk sejak tahun 2022. Keanggotaan paguyuban ini melibatkan beragam unsur, tetapi memiliki fokus tujuan yang sama, yakni menjalin kolaborasi dan sinergi antara berbagai pihak untuk mencapai keberhasilan dalam pencegahan stunting.

“Jadi seluruh kepengurusan paguyuban ini ada perwakilan masing-masing desa se-Kecamatan. Ke depan kita akan merambah kecamatan-kecamatan lain, hingga tingkat kabupaten. Harapannya keberadaan paguyuban PKM ini dapat memudahkan pencegahan stunting di tengah masyarakat,” terangnya.

Sementara Kepala Desa Sukorejo Bungah, Muslikh menyambut positif serta mengapresiasi Paguyuban KPM yang telah berperan aktif dalam penanganan dan pencegahan stunting di desa-desa. Sehingga peran mereka akan sangat membantu kerja-kerja pemerintah desa dalam merealisasikan program-program kesejahteraan di tengah masyarakat.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi Paguyuban KPM ini. Karena peran mereka sangat membantu kerja-kerja pemerintah desa dalam merealisasikan program-program kesejahteraan di tengah masyarakat, terutama dalam hal penanganan dan pencegahan stunting,” pungkasnya.

Sebagai catatan, Paguyuban KPM se-Kecamatan Bungah juga berencana menjalin kolaborasi dan bersinergi dengan berbagai instansi pemerintah, diantaranya pemerintah kecamatan, Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPA) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik. (Rif)