Mahasiswa UMG Praktikkan Gobak Sodor dan Balap Karung sebagai Media Pembelajaran Karakter
Bacakini.com || GRESIK - Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) mengambil langkah nyata dalam melestarikan budaya lokal.
Melalui mata kuliah Permainan Tradisional, para mahasiswa tidak hanya duduk di dalam kelas, tetapi turun langsung ke lapangan untuk mempraktikkan permainan Gobak Sodor pada Kamis (18/12/2025).
Dosen pengampu, Fajar Agus Hari Firmansya mengatakan, melalui mata kuliah ini, mahasiswa diajak untuk belajar mengombinasikan strategi dan ketangkasan fisik.
Kegiatan ini, kata dia bertujuan untuk mengenalkan kembali permainan tradisional budaya Indonesia sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter kepada para calon pendidik.
"Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mempelajari Gobak Sodor secara komprehensif, mulai dari sejarah, filosofi, hingga praktik pembuatan dan memainkan secara berkelompok," katanya.
Permainan gobak sodor dan balap karung merupakan permaian tradisional Indonesia yang dikenal luas di berbagai daerah dengan nama yang berbeda-beda. Gobak sodor sendiri dimainkan oleh dua regu (penjaga dan penyerang) yang masing-masing terdiri atas 3-5 orang pemain.
Fajar menekankan bahwa penguasaan permainan tradisional merupakan kompetensi wajib bagi calon guru SD. Permainan tradisional perlu dikenalkan kembali agar nilai luhur bangsa tidak hilang.
Selain itu, ini adalah solusi efektif untuk mengurangi ketergantungan gawai pada anak-anak melalui aktivitas fisik dan interaksi sosial," jelas Fajar.
Manfaat positif dirasakan langsung oleh para mahasiswa. Rosita Eka Rahmawati, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa mata kuliah ini memberikan pengalaman yang jauh lebih bermakna daripada sekadar teori.
“Selain belajar budaya, kami juga belajar mengelola emosi, bekerja dalam tim, dan menghargai aturan permainan,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.
Melalui mata kuliah Permainan Tradisional, diharapkan mahasiswa mampu melestarikan budaya lokal serta mengintegrasikan permainan tradisional ke dalam pembelajaran, khususnya pada jenjang pendidikan dasar, agar identitas budaya bangsa tidak hilang tertelan zaman. (AL)
admin
