Kota Gresik, Kota Industri, Kota Santri serta Kota Sejuta Warkop
Kota Gresik tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga kota santri, karena keberadaan dua makam wali songo yakni makam Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri.
GRESIK || BacaKini.com - Kota Gresik tidak hanya dikenal sebagai kota industri. Tapi, juga kota santri, karena keberadaan dua makam wali songo, yakni makam Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri.
Terlepas dari keberadaan dua makam wali songo tersebut, Kota Gresik juga dikenal sebagai kota Sejuta Warkop (warung kopi). Hal itu tentu beralasan, karena menjamurnya keberadaan warung-warung kopi, baik di kawasan industri, perumahan hingga ke pelosok-pelosok kampung.
Masyarakat kota pudak (sebutan lain Kota Gresik) yang hobby Nyangkruk (ngobrol) di warung kopi sambil menikmati secangkir kopi serta gorengan atau kudapan lain turut menambah kesan, bahwa, ngopi bukan hanya sekedar untuk mengusir rasa kantuk. Tapi, sudah menjadi suatu budaya (culture) bagi masyarakatnya.
Keberadaan pabrik-pabrik besar, baik milik swasta atau milik BUMN seperti Petrokimia, serta adanya Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE (Java Integrated Industrial and Port Estate) di Manyar, Gresik menarik minat bagi masyarakat umum atau pelaku usaha warkop untuk membuka usaha warkop di kota ini. Baik mereka yang warga lokal, maupun yang pendatang.
Warkop saat ini tak hanya melulu berkonsep tradisional, tapi sudah banyak yang berkonsep ala semi cafe atau resto, baik dari segi bangunan infrastruktur maupun menu yang ditawarkan.
Hal itu bertujuan untuk menggaet potensi pasar atau market yang lebih besar, serta ke semua segmen maupun kelompok umur. (Md77)
admin 