Diancam Demo, PT. Cemindo Gemilang Pekerjakan Kembali Warga Ring Satu

Kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang menimpa sejumlah warga Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik, menemui titik akhir.

Diancam Demo, PT. Cemindo Gemilang Pekerjakan Kembali Warga Ring Satu
Ket.foto: Perwakilan (outsourcing )dari PT Cemindo Gemilang dan pekerja yang di PHK seusai menandatangani perjanjian perekrutan kembali bekerja.
Diancam Demo, PT. Cemindo Gemilang Pekerjakan Kembali Warga Ring Satu

Bacakini.com || GRESIK — Kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang menimpa sejumlah warga Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, menemui titik akhir. Sejumlah tiga pekerja asal Desa Manyarsidomukti, Kecamatan Manyar, yang sebelumnya di PHK kini dipastikan bisa kembali bekerja setelah ada ancaman aksi demonstrasi, Kamis (22/5/2025).

Tiga pekerja tersebut didampingi puluhan warga dalam Forum Manyar Gempar (Gerakan Pribumi Manyar), serta forum serikat buruh, hendak melaksanakan aksi demonstrasi namun tertunda karena ada mediasi. Dipimpin Kepala Desa Manyarsidomukti, mediasi berlangsung alot karena pihak PT Cemindo Gemilang enggan memberikan keputusan.

Saat deadlock, akhirnya pihak Cemindo itupun bersedia bertemu aksi massa dan memberi kepastian bekerja kembali pekerja yang telah di PHK. Kehadiran Cemindo juga didampingi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik dan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika).

"Alhamdulillah kita sudah berkoordinasi. Saya juga sudah berkoordinasi dengan outsorsing yang membawahi, mereka bisa bekerja kembali lingkungan kerja PT Cemindo," kata Head Human Resources Development (HRD) PT Cemindo Gemilang Gresik, Harso.

Harso mengatakan, PHK tersebut memang terpaksa dilakukan karena ada perintah dari pimpinan pusat untuk efisiensi tenaga kerja. Menurut dia, perusahaan tidak sedang baik-baik saja sehingga PHK tersebut harus dilakukan.

Sementara itu, perwakilan masaa aksi, Fajar Rubianto, mengaku bersyukur para pekerja eks PHK bisa bekerja kembali meski aksi demonstrasi hari ini gagal dilakukan.

Ia menyebut, aksi demokrasi ini perlu dilakukan agar para perusahaan tidak menganggap remeh kekuatan rakyat. Padahal, sejatinya kekuatan terbesar adalah kekuatan rakyat.

"Ini akan menjadi peringatan bagi perusahaan-perusahaan lain khususnya yang ada di wilayah Kecamatan Manyar untuk tidak melakukan hal-hal merugikan pekerja," pungkasnya. (*)