Gerakan Pangan Murah Hadir di Gresik, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Pastikan Stok Aman
Bacakini.com || GRESIK – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan turut ambil bagian dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional yang digelar Badan Pangan Nasional di Alun-Alun Gresik, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Pemprov Jatim dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Imlek, Nyepi, Ramadan hingga Idul Fitri 2026.
Secara keseluruhan, GPM Serentak Nasional di Jawa Timur dilaksanakan di 34 titik yang tersebar di 32 kabupaten/kota. Acara di Gresik dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Heru Suseno, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Tim Satgas Pangan, perwakilan OPD Provinsi Jatim, Perum Bulog, serta jajaran Pemkab Gresik.
Melalui teleconference nasional, kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman. Dalam arahannya, ia memastikan stok dan pasokan pangan dalam kondisi aman untuk mendukung pelaksanaan GPM.
"Masyarakat pun diimbau tidak khawatir karena bahan pokok dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah," kata Menteri Amran
Pemerintah, tegasnya, tidak akan mentolerir praktik permainan harga maupun spekulasi yang merugikan masyarakat. Pengawasan terpadu akan terus dilakukan, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
"Pelaku usaha wajib mematuhi HET dan Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Heru Susesno mengatakan kegiatan ini menggandeng sejumlah instansi dan BUMN turut berpartisipasi, di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Dinas Peternakan Jatim, Perum Bulog, PT Rajawali Nusantara Indonesia, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Sinergi Gula Nusantara (PG Kremboong), serta UMKM binaan Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim dan pelaku UMKM pangan di Gresik.
"Beragam komoditas disediakan dengan harga terjangkau, antara lain beras SPHP 2,5 ton seharga Rp11.000 per kilogram, beras premium Rp14.000 per kilogram, Minyakita Rp15.000 per liter, gula pasir premium Rp16.000 per kilogram, gula curah Rp15.000 per kilogram, telur ayam Rp24.000 per kilogram, serta daging ayam Rp35.000 per kilogram," katanya.
Selain itu, Heru menyatakan tersedia bawang merah dan bawang putih, cabai rawit merah, cabai merah besar, tepung terigu, hingga aneka buah, frozen food, serta produk olahan UMKM dengan harga relatif murah.
Tak hanya fokus pada harga, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim juga menghadirkan mobil laboratorium keliling untuk pengawasan keamanan pangan.
"Melalui rapid test kit, petugas dapat mendeteksi secara cepat kemungkinan adanya cemaran bahan berbahaya pada komoditas yang diperdagangkan," terangnya.
Gerakan Pangan Murah diharapkan mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
"Dengan distribusi yang lebih dekat dan harga terjangkau, kegiatan ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan, baik di tingkat rumah tangga maupun wilayah secara keseluruhan," tutupnya. (Md)
admin
