Reses Dewan, Petambak di Gresik Minta CSR Perusahaan Bantu Pupuk Subsidi

Para petani tambak di wilayah Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik meminta pemerintah daerah mendorong perusahaan agar mengalokasikan anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu pupuk subsidi.

Reses Dewan, Petambak di Gresik Minta CSR Perusahaan Bantu Pupuk Subsidi
Ket.foto: Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir saat menyerap aspirasi dari para petani tambak

Bacakini.com || GRESIK – Para petani tambak di wilayah Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik meminta pemerintah daerah mendorong perusahaan agar mengalokasikan anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu pupuk subsidi. Sebab selama ini mereka tidak mendapat jatah, meski sudah ada Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi.

Hal tersebut terungkap dalam agenda serap aspirasi (Reses) Ketua DPRD Gresik M Syahrul Munir di joglo milik Desa Betoyoguci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Acara dihadiri segenap perwakilan kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) dari beberapa desa di Kecamatan Manyar.

Ketua Pokdakan Barokah Tani, Desa Betoyoguci, Kecamatan Manyar, Hasan Ma’ruf mengatakan, selama bertahun-tahun para petani tambak di beberapa desa di wilayah Kecamatan Manyar tidak menerima jatah pupuk subsidi. Sehingga mereka terpaksa membeli pupuk non subsidi dengan harga yang lebih mahal, bahkan mencapai dua kali lipat.

“Sudah beberapa tahun petani tambak di daerah sini tidak dapat jatah pupuk subsidi budidaya ikan jenis Urea, ditambah Dinas Perikanan dan Kelautan yang tidak pernah melaporkan kalau kita tidak dapat jatah pupuk subsidi. Dulu kita pernah dapat, tapi sekarang tidak,” ujarnya, Selasa (29/7/2025).

Dampaknya, lanjut Hasan Ma’ruf, para petani tambak terpaksa membeli pupuk non subsidi dengan harga yang lebih mahal mencapai dua kali lipat. Kondisi tersebut secara otomatis membuat biaya operasional budidaya ikan mereka juga bertambah.

“Belum lagi kalau harga ikan turun. Biaya operasional tinggi karena kita menggunakan pupuk non subsidi dengan harga lebih mahal dua kali lipat, otomatis para petani tambak merugi,” terangnya.

Para petani tambak pun meminta agar keberadaan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Gresik khususnya Kecamatan Manyar bisa ikut ambil peran membantu pupuk subsidi (jenis Urea) untuk para petani tambak melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).

“Harapan kami perusahaan-perusahaan yang ada di Gresik, khususnya di Kecamatan Manyar bisa membantu pupuk subsidi untuk para petani tambak melalui dana CSR. Jadi perusahaan juga bisa membantu pemerintah daerah untuk kesejahteraan para petani tambak,” jelasnya.

Sementara Ketua Kelompok Tani Gumeno Jaya, Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, H. Nurkhan mengungkapkan, selain permasalahan pupuk subsidi. Para petani tembak juga mengeluhkan pintu air Tambak Ombo atau Kali Corong yang menjadi akses utama pengairan tambak-tambak milik warga.

“Harus ada penataan pengairan tambak-tambak warga, terutama sistem buka tutup Kali Corong, dimana selama ini mayoritas petambak beberapa desa di Kecamatan Manyar menggantungkan pengairan dari Kali Corong,” terangnya.

Menindaklanjuti berbagai keluhan petani tambak tersebut, Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir akan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi kongkrit dan terbaik, agar seluruh kendala maupun permasalahan yang dihadapi para petani tambak khususnya di wilayah Kecamatan Manyar dan sekitarnya bisa teratasi.

“Segera saya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengurai permasalahan dan mencari solusi kongkrit, agar petani tambak khususnya di wilayah Kecamatan Manyar dan sekitarnya semakin sejahtera,” pungkasnya. (Md)